Media Sosial Di Heboh Sugar Rush "Apa Yang Akan Terjadi Bila Setelah Makan Manis juga Fakta Apa yang Akan Diungkapmya"

 


Belakangan ini, istilah “sugar rush” kembali ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial, Banyak konten yang menunjukkan ekspresi berlebihan setelah seseorang makan makanan atau minuman manis. Mulai dari lonjakan energi hingga perilaku hiperaktif, hingga membuat para yang konsumsi ini memperdebatkan apakah fenomena ini nyata atau hanya mitos belaka. 

Apa Itu “Sugar Rush”?

Istilah sugar rush umumnya digunakan untuk menggambarkan sensasi peningkatan energi mendadak setelah mengonsumsi gula atau makanan manis. Banyak orang, terutama orang tua, percaya bahwa hal ini bisa membuat anak menjadi gelisah dan sangat aktif. Istilah ini mencuat lagi setelah sejumlah konten viral membahas hubungan antara konsumsi gula dan perubahan perilaku, terutama pada anak anak. 

Viral dan Kontroversi di Media Sosial

Perdebatan mengenai sugar rush termasuk yang paling banyak dibicarakan di kolom komentar dan unggahan baru baru ini. Beberapa warganet mengklaim menyaksikan sendiri anak atau teman-anak menjadi “super aktif” dan tidak tenang setelah makan permen atau makanan manis lainnya. Namun di sisi lain, sejumlah ahli dan dokter mengatakan bahwa bukti ilmiah yang mendukung fenomena ini masih kontroversial dan belum kuat. Menurut beberapa konten yang dibagikan di dunia maya, sugar rush sering disebut sebagai penyebab perilaku hiperaktif pada anak. Namun banyak profesional kesehatan menilai bahwa respon ini bisa dipengaruhi oleh faktor lain seperti suasana hati anak, lingkungan saat makan, atau ekspektasi orang dewasa, bukan semata mata karena gula. 

Bagaimana Gula Bekerja di Tubuh Kita

Secara fisiologis dengan gula adalah karbohidrat sederhana yang cepat terurai menjadi glukosa dan diserap ke dalam aliran darah. Ini membuat kadar gula darah naik dengan cepat, sehingga tubuh kadang memberi “ledakan energi sementara”. Namun, efek ini tidak selalu berarti seseorang menjadi hiperaktif secara patologis—penelitian belum menemukan hubungan langsung yang kuat antara gula dan peningkatan energi ekstrem atau hiperaktivitas anak. Kilat Berita Sebagai ilustrasi ada beberapa percakapan orang-orang di forum daring bahkan menyebut bahwa sugar rush yang selama ini dianggap nyata sejatinya adalah hasil ekspektasi sosial atau pengalaman pribadi, bukan fenomena medis yang terbukti secara ilmiah.

Dampak Kesehatan Lain Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Terlepas dari kontroversi sugar rush, para ahli kesehatan menekankan bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan tetap memiliki dampak nyata bagi tubuh, terutama jika terjadi terus-menerus. Beberapa efek yang bisa timbul akibat konsumsi gula tinggi meliputi seperti :

Penambahan berat badan dan obesitas akibat kalori ekstra tanpa nutrisi penting. 

Risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2, karena gula yang berlebihan dapat membuat tubuh sulit mengatur kadar gula darah. 

Kerusakan gigi, karena gula menjadi makanan bagi bakteri yang menyebabkan karies. 

Masalah kesehatan lainnya seperti potensi penyakit jantung atau gangguan metabolik bila pola konsumsi tidak dikontrol. 

Himbauan untuk Mengurangi Konsumsi Gula Dari Kemenkes RI 

Pemerintah Indonesia melalui peringatan dari Kementerian Kesehatan RI, juga menegaskan pentingnya mengendalikan konsumsi gula dalam makanan dan minuman sehari hari. Gula berlebih tidak hanya mempengaruhi energi sementara, tetapi bisa menjadi pemicu penyakit tidak menular jangka panjang seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke bila tidak dikontrol sejak dini.  Fenomena sugar rush mungkin tampak nyata di media sosial karena pengalaman dan persepsi warganet, tetapi faktanya hubungan antara gula dan lonjakan energi ekstrem atau hiperaktivitas masih diperdebatkan secara ilmiah. Meski begitu, konsumsi gula berlebih tetap berisiko bagi kesehatan tubuh secara umum. Dan ini yang perlu lebih banyak mendapat perhatian masyarakat. 


Komentar