Konsumsi buah alpukat dalam beberapa tahun terakhir semakin mendapat perhatian dari para ahli kesehatan, termasuk kardiolog (dokter spesialis jantung), karena profil nutrisinya yang kaya akan lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa memasukkan alpukat ke dalam pola makan bisa memberi efek positif pada kesehatan jantung. Terutama bila dijadikan pengganti lemak jenuh dari produk hewani yang kurang sehat meliputi :
Lemak Sehat yang Mendukung Profil Lipid Darah
Menurut kardiolog alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fats) yang membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau “kolesterol jahat” dalam darah, sekaligus mendukung kadar HDL atau “kolesterol baik”. Penurunan LDL terbukti mengurangi risiko timbunan plak di arteri yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner.
Monounsaturated fats juga membantu menjaga keseimbangan lipid darah dalam jangka panjang bila dikonsumsi sebagai bagian dari diet sehat. Selain itu, alpukat bebas kolesterol dan rendah sodium, yang juga menguntungkan bagi pasien yang perlu menjaga tekanan darah.
Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Sebuah studi besar yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association menunjukkan bahwa orang yang makan minimal dua porsi alpukat per minggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular keseluruhan dibandingkan yang jarang makan alpukat. Mereka mencatat penurunan sekitar 16% risiko penyakit kardiovaskular dan 21% risiko penyakit jantung koroner.
Penelitian ini mengikuti lebih dari 110.000 peserta selama 30 tahun, dan juga menemukan bahwa mengganti lemak jenuh seperti mentega, keju, atau daging olahan dengan alpukat membantu menurunkan risiko kejadian jantung.
Potassium Dan Tekanan Darah
Alpukat juga merupakan sumber kalium, mineral yang dikenal membantu mengatur tekanan darah dengan menetralkan efek sodium tinggi dalam diet. Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, sehingga pola makan tinggi kalium, termasuk buah alpukat, dapat membantu menjaga fungsi jantung lebih optimal.
Efek Pada Faktor Risiko Lainnya
Selain kolesterol dan tekanan darah, penelitian meta-analisis terbaru menemukan bahwa konsumsi alpukat juga dikaitkan dengan penurunan LDL serta sedikit penurunan tekanan darah sistolik. Meskipun efek pada trigliserida, HDL, atau berat badan tidak begitu signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa alpukat cenderung berkontribusi pada perubahan faktor risiko tertentu untuk penyakit jantung, bukan menjadi solusi tunggal.
Pentingnya Konteks Diet Secara Menyeluruh
Meski banyak bukti mendukung manfaat alpukat, ahli kardiologi menekankan bahwa tidak ada satu makanan ajaib yang menjamin kesehatan jantung secara total. Alpukat lebih efektif bila dimasukkan ke dalam pola makan sehat secara keseluruhan. Misalnya diet bergaya Mediterania yang juga kaya sayuran, buah lain, biji bijian, dan sumber protein sehat.
Buah alpukat dapat menjadi bagian penting dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung dengan cara sebagai berikut :
Menurunkan LDL (“kolesterol jahat”) dan menjaga rasio kolesterol yang sehat.
Menggantikan lemak jenuh yang kurang sehat dalam diet dengan lemak tak jenuh yang lebih baik.
Membantu mengatur tekanan darah melalui kandungan kalium.
Dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dalam studi populasi besar.
Para ahli kardiologi umumnya merekomendasikan mengonsumsi alpukat secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang untuk mendukung fungsi jantung dan sistem kardiovaskular.
Komentar
Posting Komentar