Dunia Teknologi Semakin Maju "Tahun Ini Penggunaan SIM Card Handphone Dengan Menggunakan Rekam Wajah, Seperti Apa Tanggapan Pakar Siber Memberitahukan Risiko Yang Akan Mengintai"

 


Seiring percepatan transformasi digital, wacana penggunaan rekam wajah (face recognition) bagi pengguna SIM card handphone semakin sering dibahas. Sejumlah pakar teknologi dan keamanan digital menilai bahwa tahun ini atau dalam waktu dekat, sistem verifikasi berbasis biometrik. Termasuk rekam wajah, berpotensi mulai diterapkan secara lebih luas oleh operator seluler dan regulator.

Mengapa Rekam Wajah Mulai Dipertimbangkan?

Menurut pakar keamanan siber dan telekomunikasi, penggunaan rekam wajah didorong oleh beberapa faktor utama seperti :

Maraknya kejahatan digital

Penipuan berbasis SIM card seperti SIM swap, akun palsu, dan penyalahgunaan identitas masih sering terjadi. Rekam wajah dinilai dapat memperkuat verifikasi identitas pengguna.

Integrasi dengan sistem identitas digital

Banyak negara, termasuk Indonesia, sedang mengembangkan ekosistem identitas digital. 

Efisiensi dan otomatisasi layanan

Dengan rekam wajah, registrasi kartu SIM dapat dilakukan secara daring tanpa harus datang ke gerai fisik.

Risiko Yang Berpotensi Muncul Menurut Pakar

Meski menawarkan kemudahan, para pakar juga mengingatkan bahwa penggunaan rekam wajah bukan tanpa risiko. Beberapa di antaranya misalkan :

Risiko Kebocoran Data Biometrik

Data wajah berbeda dengan kata sandi. Jika bocor, data biometrik tidak bisa diganti. Pakar keamanan menilai kebocoran data wajah dapat berdampak jangka panjang bagi privasi pengguna.

Penyalahgunaan Data oleh Pihak Ketiga

Tanpa regulasi dan pengawasan ketat, data rekam wajah berpotensi disalahgunakan untuk bisa :

Pelacakan tanpa izin,

Profiling pengguna,

Kepentingan komersial atau politik.

Ancaman Peretasan dan Deepfake

Teknologi AI memungkinkan pembuatan deepfake wajah yang semakin realistis. Jika sistem keamanan lemah, face recognition justru bisa dimanipulasi oleh pelaku kejahatan.

Minimnya Transparansi Dan Persetujuan Pengguna

Pakar hukum digital menyoroti risiko jika pengguna tidak diberi seperti :

Penjelasan jelas untuk apa data digunakan.

Opsi menolak atau menarik persetujuan.

Jaminan berapa lama data disimpan.

Kesalahan Sistem Dan Diskriminasi Teknologi

Beberapa studi menunjukkan teknologi pengenalan wajah bisa kurang akurat pada kelompok tertentu, sehingga berisiko menimbulkan misalnya :

Salah verifikasi,

Pemblokiran layanan secara keliru.

Apa Yang Perlu Dilakukan ke Depan?

Para ahli sepakat bahwa jika rekam wajah diterapkan untuk pengguna SIM card, maka harus disertai dengan adanya :

Regulasi perlindungan data pribadi yang kuat,

Sistem keamanan berlapis,

Audit teknologi secara berkala,

Transparansi penuh kepada masyarakat.

Penggunaan rekam wajah untuk SIM card berpotensi menjadi langkah besar dalam meningkatkan keamanan digital. Namun, tanpa pengelolaan yang hati-hati, teknologi ini justru dapat membuka risiko baru bagi privasi dan kebebasan pengguna. Oleh karena itu, pakar menekankan pentingnya keseimbangan antara keamanan, kenyamanan, dan perlindungan hak masyarakat.


Komentar