Virus Nipah (Nipah virus atau NiV) merupakan virus zoonotik yang sangat mematikan, dikenal karena penularannya dari hewan (terutama kelelawar buah), makanan yang terkontaminasi, atau melalui kontak dekat dengan individu yang terinfeksi. Virus ini tidak memiliki vaksin atau obat khusus yang terbukti efektif, sehingga fokus utama penanganannya adalah deteksi dini, isolasi kasus, dan perawatan suportif. Organisasi Kesehatan Dunia
Peristiwa Yang Terjadi Penularan di Fasilitas Kesehatan dan Perawat yang Kritis Terinfeksi
Pada Januari tahun ini di india kembali mengalami wabah Nipah, kali ini di negara bagian West Bengal dekat Kolkata. Dua perawat yang bekerja di Narayana Multispeciality Hospital di Barasat dinyatakan positif terinfeksi Nipah setelah merawat pasien dengan gejala pernapasan berat yang kemudian meninggal sebelum diagnosis Nipah dipastikan. Kondisi keduanya sangat mengkhawatirkan meliputi :
Seorang perawat wanita dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan koma, dirawat di unit perawatan intensif dengan dukungan ventilator,
Perawat pria menunjukkan perbaikan dalam tes awal namun masih dipantau ketat selama perawatan,
Kasus ini memicu kekhawatiran akan penularan di fasilitas kesehatan bukan hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga kemungkinan penularan antar manusia (khususnya petugas kesehatan yang kontak dekat tanpa perlindungan penuh).
Respons dan Upaya Penanganan
Sebagai respons atas temuan ini seharusnya :
Otoritas kesehatan negara bagian dan pusat meningkatkan tracing kontak, melakukan karantina terhadap lebih dari 60 - 100 orang yang telah melakukan kontak erat dengan pasien atau petugas yang terinfeksi,
Tim respon wabah nasional melibatkan pakar dari lembaga kesehatan terkemuka seperti National Institute of Virology (NIV) di Pune dan fasilitas medis lain untuk membantu diagnosis, isolasi, dan pencegahan penularan,
Pemerintah mengeluarkan pedoman bagi fasilitas medis untuk lebih intensif memantau kasus Acute Encephalitis Syndrome (AES) yang mungkin dini mencerminkan infeksi Nipah pada tahap awal.
Sejarah Nipah Di India Dari Pola Penularan Dan Wabah Sebelumnya
India bukanlah negara yang asing dengan Nipah. Virus ini pertama kali diketahui di wilayah Asia Tenggara pada akhir 1990an, dan di India sendiri Telah beberapa kali terjadi wabah sejak tahun 2001. Beberapa wabah yang perlu tahu di India sebagai berikut :
Tahun 2001 Dan 2007
Wabah Nipah tercatat di Siliguri dan distrik lain di West Bengal, sering kali menyebar melalui kontak dekat di fasilitas kesehatan, termasuk staf rumah sakit dan pengunjung.
Tahun 2018
Wabah di Kerala menyebabkan puluhan kasus dengan angka kematian tinggi, dilacak hingga kontak dekat dan paparan terhadap kelelawar buah.
Tahun 2023
Wabah lain di Kerala menunjukkan lagi bahwa virus dapat menyebar dari manusia ke manusia di lingkungan rumah sakit atau komunitas dengan kontak erat,
Pola ini menunjukkan bahwa risiko penularan antar manusia di fasilitas kesehatan bukan sekadar kemungkinan, tetapi historis telah terjadi tanpa perlindungan yang memadai, terutama terhadap cairan tubuh dan sekresi pasien yang terinfeksi.
Mengapa Penularan Di Rumah Sakit Sangat Berbahaya?
Penularan di rumah sakit menjadi perhatian khusus karena adanya :
Pasien dan petugas kesehatan sering berada dalam kontak dekat tanpa perlindungan yang optimal.
Fasilitas yang tidak siap dapat menjadi tempat penularan yang cepat contoh dari historis di Siliguri pada tahun 2001, di mana sebagian besar kasus terjadi di antara staf rumah sakit dan pengunjung.
Gejala awal Nipah bisa mirip dengan infeksi pernapasan atau ensefalitis umum, sehingga diagnosis awal sering terhambat dan membuat perlindungan diri oleh staf medis kurang maksimal.
Ciri Klinis dan Risiko Virus Nipah
Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan seperti :
Demam, nyeri otot, sakit kepala
Gejala pernapasan seperti batuk dan sesak napas,
Ensefalitis berat yang bisa mengarah ke koma atau kematian dalam waktu singkat,
Tingkat fatalitasnya sangat tinggi dan dapat melebihi 40 - 70% tergantung pada respons sistem kesehatan dan kecepatan deteksi kasus.
Kejadian di India pada awal tahun ini, menunjukkan bahwa Nipah tetap menjadi ancaman serius.Terutama ketika penularan ke tenaga kesehatan terjadi. Kasus dua perawat yang secara kritis terinfeksi menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan, proteksi pribadi, dan deteksi dini untuk mencegah transmisi lanjutan di fasilitas medis. Sejarah wabah Nipah di India juga mengilustrasikan bahwa penularan antar manusia, meskipun tidak selalu terjadi sebesar penularan dari hewan. Tetap mungkin dan berpotensi fatal jika tidak ditangani dengan prosedur proteksi infeksi yang ketat.
Komentar
Posting Komentar