Kilas Balik Dari Kota DKI Jakarta "Waspada Warga Jakarta Saat Pintu Air Pasar Ikan, Berstatus Siaga Dua dan Tiga"

 


Jakarta memiliki sejarah panjang dalam menghadapi ancaman banjir, terutama di kawasan pesisir utara. Salah satu momen yang masih membekas dalam ingatan warga adalah ketika Pintu Air Pasar Ikan beberapa kali berada pada status Siaga Tiga hingga Siaga Dua, kondisi yang menandakan meningkatnya risiko banjir rob dan luapan air laut. Pada saat status Siaga Tiga, petugas mulai meningkatkan pemantauan ketinggian air dan menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada warga sekitar. Aktivitas masyarakat masih berjalan, namun dengan kesiapsiagaan lebih tinggi. Warga di daerah rawan genangan mulai mengamankan barang-barang berharga dan bersiap menghadapi kemungkinan air masuk ke permukiman.

Situasi menjadi lebih serius ketika status meningkat ke Siaga Dua. Ketinggian air yang terus naik memicu kekhawatiran akan meluasnya genangan, terutama di wilayah Pasar Ikan, Penjaringan, dan sekitarnya. Aparat pemerintah daerah bersama petugas pintu air bekerja siang dan malam untuk mengendalikan aliran air, sementara peringatan dini disampaikan secara intensif kepada masyarakat. Dalam kondisi ini sebagian warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah. Kendaraan berat dialihkan, dan sejumlah titik mulai mengalami genangan air laut yang masuk melalui saluran-saluran drainase. Pengalaman ini menjadi pengingat penting akan kerentanan Jakarta terhadap banjir rob, terutama saat pasang laut tinggi bersamaan dengan curah hujan.

Kilas balik status Siaga Dua dan Tiga di Pintu Air Pasar Ikan menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, koordinasi, dan kesadaran masyarakat. Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pengendalian banjir, memperbaiki infrastruktur, serta meningkatkan sistem peringatan dini demi mengurangi dampak bagi warga Jakarta di masa mendatang.


Komentar