Republik Indonesia Masih Sulit "Uji Kompetensi Dokter Di Tengah Kekurangan Dari 100 Ribu, Tenaga Medis Menjadi Kilas Balik Juga Menyoroti Dari Fraksi NasDem"
Isu kekurangan tenaga dokter kembali mengemuka dalam perbincangan publik nasional. Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menyatakan data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia masih kekurangan lebih dari 100 ribu dokter di seluruh negeri, sehingga pemenuhan layanan kesehatan masih sangat menantang. Kondisi ini menjadi sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, yang menyinggung salah satu faktor yang menurutnya turut memperlambat masuknya calon dokter ke sistem pelayanan kesehatan masih saja sulitnya uji kompetensi profesi dokter yang harus dilalui oleh lulusan fakultas kedokteran sebelum mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP).
Ujian Kompetensi Jadi Momok Bagi Calon Dokter
Mahasiswa Kedokteran menyampaikan keprihatinannya bahwa banyak lulusan mahasiswa kedokteran yang telah menyelesaikan pendidikan akademik dan praktik klinis di rumah sakit tetap terhambat dalam lulus uji kompetensi, yang menjadi syarat mutlak untuk dapat praktik sebagai dokter profesional.
Menurut mahasiswa kedokteran dari fenomena ini tidak saja menunda penempatan dokter di fasilitas kesehatan, tetapi juga berdampak psikologis terhadap calon dokter. Dia menyinggung kasus kasus di mana peserta uji kompetensi, harus mengikuti ujian berulang kali. Hingga belasan kali tanpa berhasil lulus, bahkan sampai mengalami stres berat dan dampak kesehatan mental lainnya.
Kualitas Pendidikan Dan Akreditasi Perguruan Tinggi
Wakil rakyat dari NasDem ini mempertanyakan hubungan antara kualitas akreditasi universitas dengan kemampuan lulusannya melalui uji kompetensi. Irma mengusulkan agar akreditasi pendidikan tidak hanya sekadar angka, tetapi benar-benar mencerminkan kualitas pendidikan medis yang dapat menghasilkan lulusan kompeten. Dia menyarankan agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi lebih selektif dalam memberikan akreditasi program studi kedokteran, demi memastikan lulusan benar-benar siap menghadapi uji kompetensi dan tantangan profesi.
Usulan Solusi Dari NasDem
Sebagai bagian dari solusi kepada mahasiswa kedokteran ini mengusulkan beberapa langkah konkret, antara lain seperti :
Memperbanyak kuota pendidikan dokter di universitas berkualitas, alih-alih membuka banyak fakultas baru tanpa tenaga pengajar yang memadai.
Mendorong dokter umum di daerah untuk mengambil pendidikan spesialis atau subspesialis, sekaligus memastikan mereka kembali mengabdi di wilayah yang kekurangan tenaga medis.
Mengembangkan peran rumah sakit besar dan swasta sebagai rumah sakit pendidikan, untuk memperkuat ekosistem pendidikan kedokteran yang berkualitas.
Langkah langkah tersebut menurutnya dapat membantu meningkatkan jumlah dan kualitas dokter yang siap praktik di seluruh Indonesia.
Konteks Kekurangan Tenaga Medis di Indonesia
Sorotan NasDem muncul di tengah pernyataan pemerintah bahwa pemenuhan kebutuhan dokter masih menjadi prioritas strategis. Presiden dan jajaran menteri terus mencari terobosan untuk mempercepat produksi tenaga medis, termasuk melalui pengembangan program pendidikan, peningkatan kualitas perguruan tinggi, dan perluasan fasilitas pelatihan bagi calon dokter di berbagai wilayah. Kekurangan dokter ini bukan fenomena baru: data dari tahun-tahun sebelumnya juga mencatat bahwa Indonesia mengalami kekurangan dokter umum dan spesialis dalam jumlah yang signifikan dibandingkan kebutuhan ideal berdasarkan standar pelayanan kesehatan.

Komentar
Posting Komentar