Survei Ipsos Education Monitor 2025 "Mengungkapkan Dunia Aktual Sains, Generasi Z Dan Milenial Tetap Favorit Memilih Sejarah, Mengapa Sains Lebih Memilih Sejarah"

 


Survei Ipsos Education Monitor 2025, sebuah penelitian global yang melibatkan 23.700 orang dewasa dari 30 negara, menunjukkan tren menarik dalam preferensi mata pelajaran antara generasi yang lebih muda. Gen Z dan Milenial, dibandingkan generasi sebelumnya. Survei dilakukan antara 20 Juni hingga 4 Juli tahun kemarin melalui wawancara daring dan tatap muka kepada pengguna internet berusia hingga 74 tahun. 

Preferensi Mata Pelajaran (Sains Ungguli Sejarah di Kalangan Anak Muda)
Menurut data yang dipublikasikan, Gen Z dan Milenial memiliki kecenderungan memilih sains sebagai salah satu mata pelajaran yang mereka sukai selama masa sekolahnya meliputi :
Milenial menempatkan sains di posisi teratas dengan 41% responden menyebutnya sebagai mapel favorit mereka, lebih tinggi dibanding pilihan lainnya seperti sejarah (30%) dan matematika (28%). 
Gen Z hampir merata dalam dua pilihan utama: sains dan matematika sama-sama dipilih oleh 32% responden, sementara sejarah berada sedikit di bawah dengan 28%. 

Dengan kata lain, kedua generasi muda menunjukkan preferensi kuat terhadap sains sebagai topik yang menarik dan relevan, yang mungkin mencerminkan ketertarikan mereka terhadap jurusan teknologi, data, dan karier masa depan yang berbasis STEM. 

Sejarah Masih Menarik di Banyak Kelompok Umur
Meskipun sains mendominasi di kalangan Milenial dan Gen Z, sejarah tetap menjadi mapel favorit secara global ketika seluruh generasi digabungkan. Secara global, sejarah menjadi mata pelajaran yang paling sering dipilih sebagai favorit di antara semua responden survei. Hal ini menunjukkan bahwa nilai pemahaman sejarah tetap penting, terutama bagi generasi yang lebih tua seperti Baby Boomers dan Gen X, yang cenderung menempatkan sejarah di puncak pilihan mereka. detikcom

Apa Artinya Ini Bagi Pendidikan dan Kebijakan?
Tumbuhnya minat pada sains di kalangan generasi muda bisa menggambarkan kekuatan pendidikan yang semakin menekankan relevansi STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Hal ini sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin mengutamakan kemampuan digital dan problem solving. Minat kuat terhadap sejarah pun menunjukkan bahwa pemahaman konteks sosial dan budaya masih dihargai oleh publik secara luas, tidak hanya oleh generasi tua. Tren ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan kurikulum pendidikan untuk mendesain pembelajaran yang seimbang antara keterampilan teknologi dan pemahaman historis supaya siswa tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memahami akar budaya dan konteks sosial yang mereka jalani.

Sains menjadi mata pelajaran favorit di kalangan Milenial dan Gen Z menurut survei Ipsos 2025, mencerminkan perubahan minat generasi muda terhadap bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Sejarah tetap mendapat tempat penting, terutama secara global dan di antara generasi yang lebih tua. Perbedaan preferensi ini penting bagi pendidikan modern yang bertujuan menjembatani kesukaan personal generasi muda dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.

Komentar